Peta Kuno Piri Re'is 1513
Peta kuno termasuk dalam kategori "Pengetahuan yang tidak biasa" karena dalam beberapa peta menunjukkan lokasi yang "seharusnya" tidak bisa di-petakan pada masanya. Perbedaan antara peta dan lokasi sebenarnya disebabkan kontur bumi yang berubah atau memang lokasi yang tertera dalam peta memiliki nama yang berbeda atau "belum pernah" ditemukan dimasa kini. Disini saya tidak membahas sisi misterinya tapi hanya menampilkan beberapa peta peta kuno yang dikumpulkan oleh Charles Hapgood, peta peta ini telah dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul Maps of the Ancient Sea Kings.

Hadji Muhiddin Piri Ibn Hadji Mehmed disebut Piri Re'is yang artinya Kapten Piri. Bukunya Al Bahriye menampilkan Peta peta laut untuk panduan navigasi arah ketika berlayar yang masih bisa dibaca hingga kini. Al Bahriye sendiri artinya adalah Buku Panduan Navigasi, dalam bahasa umumnya kita mengenal laut sebagai Bahari. Namun para Ahli Pemetaan Eropa pada tahun 1929 menafikan buku Al Bahriye.
Benua Eropa dan teluk Mediterania yang terdapat dalam Al Bahriye tertanda bulan Muharram tahun 919 Hijriah yang berarti sama dengan Januari 1513. Buku ini memuat 290 peta yang dikumpulkan dari pelayarannya ketika masih menjadi bajak laut sehingga menjadi Kapten Armada Perang Bani Ustmani ditahun tahun sebelumnya. 
Antartika 6000 Tahun Lalu

Kutub Antartika yang dipetakan dengan sangat detail meliputi garis pantai dibawah permukaan es yang baru bisa dibuktikan dan diuji seismik pada tahun 1949 oleh Swedish-British Antarctic Expedition tahun 1949.
Bagaimana Piri Reis berhasil membuat peta akurat wilayah Antartika 300 tahun sebelum ditemukan?, faktanya peta menunjukkan adanya garis pantai di bawah lapisan es. Bukti Geologi terbaru menegaskan bahwa Queen Maud Land(Antartika) bisa saja dipetakan dalam keadaan tanpa es sekitar tahun 4000 SM.
Pada tahun 1953, seorang perwira angkatan laut Turki mengirimkan peta Piri Reis ke Biro Hidrografi Angkatan Laut Amerika Serikat. Untuk mengevaluasi itu, M.I. Walters, Chief Engineer Biro , meminta bantuan Arlington H. Mallery, Otoritas pada Peta Kuno, yang sebelumnya bekerja dengan dia. Setelah melalui penelitian panjang, Mallery menemukan metode proyeksi yang digunakan.Untuk memeriksa akurasi peta, dia membuat grid dan mentransfer peta Piri Reis ke bola dunia: peta benar-benar akurat. Dia menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk menggambar peta akurasi tersebut adalah survei udara, tetapi siapa yang melakukannya 6000 tahun yang lalu, yang menggunakan pesawat terbang untuk memetakan bumi?Kantor Hidrografi tidak bisa percaya apa yang mereka lihat: mereka bahkan mampu memperbaiki beberapa kesalahan dalam peta hari ini! Ketepatan dalam menentukan koordinat longitudinal, di sisi lain, menunjukkan bahwa untuk menggambar peta itu perlu menggunakan trigonometri spheroid, sebuah proses seharusnya tidak tahu sampai pertengahan abad ke-18.

Karena ketepatan dan akurasinya, para ahli pemetaan berujar bahwa " Tidak akan pernah ada peta dengan akurasi seperti ini di dunia". Wow..apakah terlalu berlebihan? tidak..itu memang benar. Lihat perbandingannya  dibawah ini,


Pada masa kini saja dibutuhkan pencitraan dari udara agar bisa menyamai ketepatan lintang bujur dan derajat pada Peta Piri Re'is ini. Nah bagaimana Laksamana Piri Re'is bisa menyusun ke 290 peta kuno tersebut dengan Lintang (Utara-Selatan) dan Bujur (Barat-Timur) dengan ketepatan tinggi. Belum ada satupun yang bisa menjawabnya. Sebab selalunya peta laut tidak menampilkan kontur permukaan daratan pada masa lalu, namun Piri Reis bisa melakukannya.

Mediterania

Peta yang dibuat oleh Hadji Ahmad tahun 1550, orientasi keseluruhan hampir tepat. 

Peta yang dibuat oleh Ptelomy pada 200 AD.

Peta Antartika tahun 1737 oleh Philippe Bauche

Peta Antartika oleh Oronteus Fineaus tahu 1531

Peta Antartika lagi oleh Giorgio Calopodio tahun 1537

Kutub Selatan bumi saat ini
Kejayaan Geografi ternyata sudah sejak abad pertengahan, dan kita tinggal melakukan penyesuaian untuk mempelajari dan menggunakan hasil karya mereka.

0 comments:

Post a Comment

 
Top