Pada tahun 1898 Morgan Robertson menulis sebuah Novel berjudul Fultility. Tepatnya empat belas tahun sebelum tenggelamnya RMS.Titanic, dalam novel itu ia menceritakan tentang sebuah kapal yang diyakini tidak mungkin bisa tenggelam sebab memiliki kompartemen kedap air yang otomatis menutup dalam keadaan darurat. Namun kapal tersebut tenggelam setelah menabrak gunung es yang menyisakan 13 orang saja selamat dalam pelayaran dari Amerika menuju Inggris, kapal itu ia beri nama Titan. Novel itu hampir mirip dengan musibah Titanic namun memiliki 8 perbedaan signifikan.

Lalu bagaimana dengan tragedi SS Poseidon?
Tak banyak yang tahu adanya pemutaran sebuah film tentang tragedi tenggelamnya SS Poseidon diatas kapal RMS Titanic sebelum ia tenggelam, saya  juga hanya mengulas sedikit saja disini sebagai bahan bacaan. Mungkin topik ini kurang menarik bagi Blogger Indonesia, tapi topik ini sempat menjadi debat dan disebut sebagai hoax oleh netter luar negeri, dan ternyata kisah ini benar adanya.



THE POSEIDON ADVENTURE

Judul film ini memang menyiratkan alur ceritanya, film berdurasi 53 menit dan merupakan sebuah film bisu, kalian pasti tau pada masa itu semua film hanyalah paduan gerakan gambar hitam putih dengan soundtrack dan backsound yang dimainkan live oleh barisan kecil orkestra.

Dikisahkan SS Poseidon merupakan bukti kejayaan era perjalanan kapal laut masa itu sebelum hadirnya RMS Atlantis. SS Poseidon merupakan kapal single class kombinasi dari kapal kargo dan penumpang.  Kapal saat itu dalam perjalanan perdananya ke Atlantik Utara yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan pelayaran baru, penumpang dan kru kapal  merayakan Natal dalam sebulan perjalanan dari pelabuhan Lisbon menuju Afrika dan pelabuhan lain di Amerika Selatan. namun pada tanggal 26 Desember kapal oleng lalu terbalik akibat ombak tinggi dengan kemiringan 90 derajat yang menghantam lambung kapal. Ombak besar ini akibat dari sebuah gempa bawah laut yang menciptakan gelombang tsunami.
Air mulai memasuki haluan kapal, menuju ruang makan deck atas dimana seorang pendeta berusaha mengajak sekelompok penumpang untuk lari ke buritan kapal agar terhindar dari air yang mulai menenggelamkan kapal. Beberapa orang yang  tidak mau mengikuti ajakan sang pendeta akhirnya terjebak dan tewas diruang makan.

Perjuangan sekelompok penumpang ini untuk bertahan hidup mirip dengan tragedi Titanic yang sebenarnya, mereka akhirnya mencapai buritan kapal dan bergantung disana hingga kapal tenggelam. Endingnya menceritakan Susan yang ingin pergi ke inggris untuk mencari seorang laki laki yang memperkosanya ketika kepanikan terjadi diatas kapal. Kalian bisa membaca reviewnya dengan mengklik tulisan The Poseidon Adventure diatas.

Diatas RMS Titanic.

Faktanya ada dua film yang sempat diputar pada pelayaran perdana RMS.Titanic, di hari pertama dan kedua belum ada film diputar, baru pada malam tanggal 12 April sebuah film bertema laut berjudul The Lighthouse Keeper diputar. Dibintangi oleh Mary Pickford membuat film ini sangat populer diatas kapal, hingga film diputar ulang dua kali pada malam berikutnya yaitu tanggal 13 April. Tanggal 14 April adalah  malam terakhir bagi Titanic, saat itu film The Poseidon Adventure diputar di ruang makan penumpang kelas dua, sebab penumpang kelas satu yang elite tidak menyukai film bisu yang dianggap sebagai sesuatu yang iseng  dan kurang sopan pada masa itu. 
The Poseidon Adventure diputar pada jam 23:00 malam dan memukau semua penontonnya, mereka  hanyut dalam alur cerita sehinga tidak menyadari adanya tubrukan kecil pada pukul 23:40 yang menyebabkan tenggelamnya Titanic. Penumpang kelas dua yang menonton ini masih tidak menyadari situasi yang akan membawa mereka berusaha menyelamatkan diri persis seperti kejadian dalam film yang mereka tonton. Para perwira kapal RMS Titanic tidak mengabarkan adanya bahaya saat itu, bahkan film The Poseidon Adventure  diputar untuk kedua kalinya karena antusias penonton yang ingin menyaksikan film ini. Sebagian saksi mata dari penonton kelas dua mengingat jam berhentinya mesin kapal Titanic adalah pukul 01:00, lalu mereka mulai naik ke dek atas, diseleksi untuk naik ke sekoci dan menyelamatkan diri. Kisah perjuangan sekelompok penumpang untuk bertahan hidup yang sebenar benarnya akhirnya mereka mulai.

Penumpang yang Selamat.

Nah, apakah kalian tahu berapa jumlah penumpang kelas dua yang selamat dari musibah tenggelamnya Titanic? mungkin suatu kebetulan saja jika penumpang kelas dua yang selamat ternyata 119 dari 285 orang penumpang. Dan berapa penumpang kelas satu yang selamat? yaitu 199 dari 329 orang penumpang kelas satu. Berarti dua per tiga penumpang kelas dua selamat berbanding penumpang kelas satu. Tapi 92 persen penumpang laki laki di kelas dua tewas, dan penumpang kelas tiga yang selamat kurang dari setengah. Ada kesenjangan pada jumlah anak anak yang selamat dari peristiwa itu. Lebih banyak anak anak Inggris yang selamat berbanding Amerika, "Be British boy...be British " itu yang di teriakkan oleh Kapten Edward John Smith saat sekoci diturunkan. Yang selamat paling banyak justeru crew Titanic sendiri! Dan sekuel pemain musik yang terus bermain hingga kapal tenggelam adalah benar benar kejadian nyata.
List penumpang Titanic

0 comments:

Post a Comment

 
Top