Sore hari sekitar pukul 16.45, saya mengendarai sepeda motor di jalanan Nginden Surabaya. Langit tatkala itu sedikit berawan. Ketika lagi asyik memikirkan sebuah lagu yang dibawakan "Dream Theater", tiba-tiba mata saya melihat sebuah benda berkilau kuning di langit. Benda itu diam seperti planet, tidak berkedip sama sekali. 
Saya saat itu terperangah melihat apa yang ada di depan mata. Melihat benda yang begitu bersinar di langit yang biru. Sesaat saya pikir itu Venus, atau planet apapun itu yang pada saat-saat ini bisa dilihat dengan mata telanjang. Tapi, kemudian saya sadar, kondisi waktu itu masih terlalu terang untuk sebuah planet menampakkan diri (biasanya saat senja). Saya semakin terkejut ketika cahaya misterius itu perlahan menghilang. Akhirnya saya pacu motor saya ke tempat yang lebih baik sembari menengok ke atas ― mencari dimana benda tersebut "mungkin" berpindah tempat.

Akhirnya saya berhenti di depan Universitas 17 Agustus (UNTAG), tapi benda tersebut tetap tak terlihat. Akhirnya saya menceritakan hal tersebut dengan teman saya yang memang pada sore itu ada keperluan dengan saya di daerah dekat UNTAG. 

Urusan saya dan teman selesai pukul sekitar setengah enam maghrib. Saya lantas memacu motor ketempat yang berbeda dengan urusan yang berbeda pula. Ketika sudah sampai di tujuan yang kedua, yaitu Student Centre Kampus C Universitas Airlangga, cahaya misterius itu terlihat lagi. Kali ini cahaya tersebut benar-benar membuat saya heran!

Kenapa?

Karena cahaya tersebut benar-benar bukan bintang. Bukan pesawat atau cahaya lampu merk apapun itu. Biasanya Venus atau bintang Kejora akan muncul pada saat mentari tenggelam dan menjelang mentari terbit, tapi malam ini saya seperti melihat "dua Venus". Lokasinya pun berseberangan. Venus yang asli ada di ufuk Timur, sedangkan cahaya misterius itu ada di ufuk barat dengan ditemani sebuah cahaya bintang redup. Saya lantas bertanya pada beberapa orang yang ada di dekat saya, tapi mereka juga heran kenapa hal itu bisa terjadi. Saya lantas menelepon seorang kerabat (sebut saja A). Dia juga mengatakan hal yang sama. Yang lebih mengejutkan lagi, seorang kerabat yang saya telepon (sebut saja B) mengatakan kalau dia melihat tiga cahaya. Yang satu jelas milik Venus (atau planet lain yang bisa dilihat mata telanjang pada saat-saat ini), sedangkan dua yang lain entah milik siapa. 

Saya kemudian naik ke lantai atas untuk meminjam sebuah kamera DSLR 7D, tapi ternyata baterainya habis dan saya terpaksa memotretnya menggunakan kamera handphone Nokia 5230. Selesai memotret dan mengamati untuk kesekian kali dengan waktu yang rada lama, saya mengembalikan kamera DSLR itu ketempatnya semula. Saya kembali ke TKP nggak ada waktu lima menit, salah seorang yang saya ajak untuk melihat cahaya aneh tersebut mengatakan cahaya misterius itu sudah menghilang! Dan benar saja, di ufuk barat sudah tidak ada apa-apa lagi. Dia menjelaskan bahwa, cahaya tersebut menghilang seperti pesawat yang semakin lama semakin menjauh. 

Berikut adalah hasil jepretan Nokia 5230.


Cahaya-cahaya putih yang ada di bawah adalah cahaya lampu. 

Saya lantas menghubungi A untuk menanyakan apakah benda tersebut masih bisa terlihat atau tidak dari radius lebih dari 15 kilometer dari tempat saya mengamati. Dia mengatakan dua poin :
  1. Cahaya itu masih ada di ufuk barat, tapi dia tidak bergerak (tak berpindah tempat). 
  2. Cahaya yang ada di ufuk timur (Kejora atau mungkin planet lain) berpindah tempat.
Berikut adalah ilustrasi sederhana yang saya buat :

Pukul 18.25

Pukul 18.50


Pada saat A mengatakan bahwa posisi Venus berubah, saya langsung melihat Bulan. Ternyata posisi bulan juga ikut berubah. Ini menandakan bahwa dua buah benda yang saya lihat di arah timur memang berada di luar Bumi. Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa posisi Kejora Kedua tidak berubah, bahkan menghilang? Padahal semestinya benda itu bertambah turun dan masih bisa terlihat karena cahaya-nya yang terang, seterang Kejora.

Saksi mata yang mengamati pun juga mengatakan kalau cahaya aneh itu hilang bukan karena tertutup mendung. Dia mengatakannya dengan pasti. Dengan demikian saya punya kesimpulan sementara: 

  • Cahaya tersebut menghilang dua kali, yang pertama ketika saya melihatnya pertama kali pada pukul 17.00 WIB, yang kedua ketika seorang saksi lainnya mengatakan benda itu menghilang sekitar pukul 18.50 WIB. 
  • Cahaya tersebut tidak berubah posisi seperti selayaknya benda angkasa di luar Bumi. 
  • Satu hal lagi, cahaya tersebut saya yakin bukan Flying kite alias layang-layang berlampu, karena cahaya misterus tersebut mampu dilihat pada jarak lebih dari 15 kilometer. Nantikan postingan saya setelah ini tentang Paredolia UFO. 


Jadi, apakah yang saya lihat dan beberapa orang yang melihatnya sebenarnya hanyalah Planet?
Jika itu Jupiter seperti yang diperlihatkan software Stellarium, mengapa posisinya tidak berubah sama sekali seperti ketika saya melihatnya pertama kali pada pukul 17.00 WIB?

Well, saya tidak mau berandai-andai berlebihan mengingat saya menulis blog bukan seperti informasi yang "spektakuler" seperti yang ada di Infotainment. Untuk sementara, saya berkesimpulan itu adalah Planet.

Tambakan komentar dari teman saya :
Sebenarnya jika tidak menghilang bisa dibilang itu sirius atau betelgeuse yang memang arahnya agak berlawanan dengan arah bulan dan planet di sebelahnya

Sumber informasi tambahan : Membedakan Planet dengan Bintang

1 comments:

  1. AGEN JUDI SLOT | SITUS JUDI SLOT | LIVE CASINO GAMES ONLINE

    Bandar Judi Online Terpercaya Dan Situs Slot Online Terbesar Di ASIA
    vegasplay99 adalah situs web judi online slot, casino, idn poker deposit pulsa telkomsel, xl, indosat,tanpa potongan dengan minimal deposit 10.000 Ribu.

    situs judi slot

    slot deposit pulsa

    judi deposit pulsa

    Deposit pulsa tanpa potongan

    situs joker deposit pulsa

    ReplyDelete

 
Top