Pagi ini saya baca berita yang cukup mengagetkan, sebuah Rudal Serangan dari Udara ke Darat (Air to Ground Strike) ditemukan nelayan didasar laut Pulau Mapur, Kepulauan Riau.


Berikut kutipan berita dari Detik.com

Seorang nelayan menemukan sebuah roket saat sedang menangkap ikan di perairan Pulau Mapur,  Kepulauan Riau. Tidak main-main, roket yang ditemukan adalah roket tipe serangan udara ke darat atau air to ground unguidance

"Roket yang ditemukan nelayan itu telah diamankan di Pos TNI AL Pulau Mapur, Kepri." kata Kadispen TNI AL, Laksma TNI Tri Prasodjo dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (22/3/2011) malam.
Tri menjelaskan, saat itu Nakhoda KM Mulya Jaya yang bernama Iwan sedang menarik jaring sebagaimana aktivitas kesehariannya sebagai nelayan, Selasa (22/3). Tiba-tiba dia dikagetkan oleh benda asing yang tersangkut di jaring ikan yang ditarik kapalnya. Seketika itu kapal dan benda asing itu dibawa dan dilaporkan kepada Komandan Pos TNI AL Pulau Mapur.

"Di tubuh roket tersebut terdapat tulisan “77646 ASSY 58709-1 REV NC MFR 58730 W.O 041962 Juni 11 2009 AT SN 041962-051." terang Tri.

Pihak TNI AL masih memeriksa roket tersebut.

Antara News juga hari ini juga menampilkan berita serupa, yang memastikan kabar ini bukanlah isapan jempol.

Roket ditemukan pukul 16:00WIB sekitar 20 Mil dari Pulau Mapur, dan menurut Komandan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor Laut (P) Hariyo Poernomo, roket jenis ini biasa digunakan pada helikopter tempur. 
Dari jenisnya roket tersebut hampir sama dengan jenis "Fin Folding Aerial Rocket (FFAR)" produksi dalam negeri.

Sementara itu, Kapolres Bintan AKBP YS Widodo melalui Kapolsek Gunung Kijang Edward Palis mengatakan, roket yang memiliki panjang 150 cm dan diameter 15 cm tersebut berwarna putih metalik dan masih memiliki nomor seri di badan roket.
Pulau Mapur adalah surganya para pemancing, Batutta Resort yang dikelola oleh Ponggol Marina Singapore menawarkan paket diving dan memancing disini, situs virtual tourist juga mengakui keistimewaan pulau yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan. Pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Bintan, yang masih diburu para pemancing sebagai tempat melepaskan lelah setelah berkutat dengan rutinitas sehari hari.

Berjarak 21 kilometer dari Kota Kijang di Timur Pulau Bintan, hampir semua sudut pulau ini bisa dijadikan lokasi snorkeling ataupun diving. 

Lihat lebih detail tentang pulau kecil ini disini dan disini

0 comments:

Post a Comment

 
Top