Unmanned Aerial Vehicle terkadang disebut sebagai "Remotely Piloted Vehicle" atau dengan kata lain, Pesawat Terbang tanpa Awak. Adalah Pesawat Terbang tanpa satu pun kru pesawat yang mengendalikan didalamnya. Namun disamping itu, UAV sendiri mampu membawa kamera, sensor, alat komunikasi dan beberapa peralatan lain. Pesawat-pesawat semacam ini berkembang luas di kalangan militer. UAV sendiri tidak bisa lepas dari konstribusi Archibald Low. Dia lah seorang tokoh yang menjadi cikal bakal "Pesawat Tak Berawak" tersebut.



Father of Radio Guidance System
 Archibald Montgomery Low atau yang lebih dikenal dengan A. M Low, lahir pada tahun 1888 dan wahat pada 13 September 1956. Julukan Father of Radio Guidance System didapatkannya atas dasar konstribusinya yang dalam bidang roket kendali, torpedo, hingga pesawat. Archibald Low mulai terjun pada bidang militer pada saat Perang Dunia. Dia mendapatkan pendidikan dan pelatihan militer, dan beberapa kemudian ia dipromosikan menjadi Kapten oleh Royal Flying Corps. Penelitiannya di bidang kemiliteran ialah, menemukan bagaimana caranya menemukan "pengendalian pesawat" sehingga dapat digunakan untuk media peluru kendali. Bersama tim yang terdiri dari seorang Kapten (Kapten Poole) dan seorang Letnan (Letnan Bowen), dan Archibald sendiri menjadi ketua tim, dia dan kedua temannya itu merancang sebuah proyek yang besar, Proyek Aerial Target (AT).
Adalah Jendral Sir Daivid Hedgerson memerintahkan Rotal Flying Corps Experimental Works untuk membuat protitpe AT menjadi sebuah alat yang dilengkapi hulu ledak.Sebagai pemimpin Experimental Works, Archibald mengerahkan 30 orang untuk membangun AT, termasuk beberapa ahli didalamnya. Dari proyek tersebut, terciptalah Ruston Proctor AT yang didesain oleh H. P. Folland, sebuah pesawat tak berawak yang difungsikan sebagai penghancur Zeppelin (anti-Zeppelin). Ruston Proctor At tersebut di uji coba pada tanggal 21 MAret 1917 di Upavon Central Flying High School.
 Letak Upavon di Wiltshire, Inggris

AT tersebut dilncurkan dari lori yang menggunakan tekanan udara. Semula, percobaan dirasaa sukses, karena bisa dikontrol dengan remote, namun nahas menimpa pesawat karya Low's team. Pesawat tersebut hancur saat akan mendarat. Sayangnya, saya tidak bisa mendapatkan gambar dari Ruston Proctor AT tersebut. Di wikipedia pun, ketika saya mencari namanya di "Deletion Log", tetap juga tidak ditemukan. 
Selain Aerial Target Aircraft, Archibald juga menciptakan sistem, dimana sistem kendali itu digunakan oleh Jerman semasa Perang Dunia II, sebuah sistem kendali roket atau yang dikenal dengan Project Vergeltungswaffe atau  Project V. Untuk ulasan mengenai Project V1 : The Flying Bomb, V2 : Rocket, dan V3 : Canon bisa Anda lihat ulasannya di wikipedia dengan mengklik masing-masing nama tersebut. Jika pembaca pernah memainkan game Ace Combat Zero : Belkan War, maka nama "V2" tidak akan asing ditelinga Anda.

Klasifikasi UAV
  • Sasaran dan Umpan
  • Penyedia medan perang intelijen
  • Bertempur
  • Logistik
  • Penelitian dan Pengembangan
  • Sipil dan Komersial


Nah, sekarang setelah kita berkenalan dengan pencetus kendali jarak jauh, saya akan ajak Anda untuk melihat UAV dari masa-kemasa.


Unmanned Aerial Vehicle dari masa ke masa
Setelah Perang Dunia II, telah diciptkanlah sebuah pesawat UAV bertenaga jet pendorong pada tahun 1951 yang bernama Ryan Firebee I atau Q-2/KDA-1 Firebee. Ryan Firebee ini diciptakan oleh Tubal Claude Ryan dan dikembangkan oleh Ryan Aeronautical. UAV tersebut mampu diluncurkan di udara maupun dipermukaan tanah dengan bantuan JATO atau sistem yang membantu pesawat untuk terbang dengan roket kecil. Setelah Firebee I diciptakan, beberapa tahun kemudian Firebee II dirilis.

Seri Firebee

Navy JD-1 sedang membawa Firebee (oranye)

Kini, UAV semakin beragam jenis dan bentuk. Bahkan ada yang berbentuk lingkaran dan lebih kecil ukurannya. Dan kesemuanya itu tidak lepas dari fungsi dan tujuannya. UAV memang kerap digunakan untuk tugas militer seperti yang dilakukan Predator, Aquila UAV, dan Xianglong UAV. 
 
 Predator UAV


 Aquila UAV
 Xianglong UAV

Beberapa UAV militer lainnya


Aeryon Scout UAV

Schiebel S-100 

BAE Mantis UAV (2009)


Beberapa UAV Non Militer

Yamaha RMAX


Silver Fox UAV


Sikorsky Cypher UAV


 Walaupun begitu, seperti senjata militer pada umumnya, UAV juga tidak lepas dari kesalahan seperti salah sasaran. Namun, UAV juga digunakan untuk hal-hal non militer lainnya, seperti memadamkan api, melakukan pencarian untuk menyelamatkan korban mengawasi saluran pipa.

Ada dua UAV  Militer yang sangat menarik perhatian saya. Dua UAV itu adalah X-47 series Navy dan Killer Bee UAV.

Berikut adalah beberapa foto UAV X-47 Series.


Dan yang ini adalah Killer Bee UAV




Apakah benda-benda ini yang sering dianggap sebagai Black UFO Triangle? Atau mungkin Black UFO Triangle adalah salah satu bentuk pesawat mata-mata atau pesawat tempur seperti ini:
Beberapa rekaman video juga mengkaitkan peranan UAV sebagai salah satu "keanehan" pada saat World Trade Center meledak beberapa tahun yang lalu. Klik di sini untuk melihat video tersebut.

Indonesia UAV

Sebuah kemajuan kembali ditampilkan melalui karya anak bangsa berupa Indonesia UAV! Kehadiran UAV di Indonesia rupanya didasari atas meningkatnya  kebutuhan peralatan survei udara sipil dan mililter. Berikut adalah latar belakang yang saya kutip dari web Robo Aero Indonesia :
"Riset daripada beberapa institusi pengembangan teknologi seperti Institut Teknologi Bandung, dalam hal robotika dan aerodinamika telah mengantarkan Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara dengan kapabilitas untuk memproduksi pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). UAV adalah pesawat yang dibuat dan diprogram untuk dapat terbang secara autonomus atau tanpa ada kendali dari manusia. PT. Robo Aero Indonesia merupakan perusahaan yang pertama kali memperkenalkan produk dalam negeri ini kepada pasar dunia. Kapabilitas daripada UAV kami dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan daripada berbagai perusahaan dan atau organisasi seperti: memonitor kebakaran hutan, kemacetan lalu lintas, patroli perbatasan, dan masih banyak lagi fungsi lain yang dapat diaplikasikan. PT. Robo Aero Indonesia menyediakan anda solusi tepat dengan teknologi mutakhir di abad ke-21 ini."
 
 


Semoga, dengan hadirnya UAV di Indonesia, mampu membawa dampak postif bagi kemajuan teknologi Indonesia. Selangkah membawa kemajuan, adalah awal dari segala kemajuan yang akan tercapai.






0 comments:

Post a Comment

 
Top